JOMBANG — Universitas Darul ‘Ulum (UNDAR) Jombang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan DIGITALK: Literasi Digital dan Tantangan Dakwah Masa Kini, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Darul ‘Ulum Jombang tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari mahasiswa hingga pelajar sekolah menengah atas.
Sejak pagi, aula dipenuhi peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Kehadiran mahasiswa dan pelajar dalam satu forum menjadikan DIGITALK sebagai ruang bersama untuk memperkuat pemahaman mengenai perkembangan dunia digital sekaligus tantangan dakwah di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Marroji Jeni Indaro, S.Sos., M.Si., Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menekankan pentingnya membangun sikap bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Ia menyampaikan bahwa kemudahan akses teknologi dan arus informasi yang semakin cepat harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi. Generasi muda perlu memiliki kecakapan untuk memilih, memilah, dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.
Menurutnya, pengguna media digital tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi. Masyarakat, khususnya generasi muda, juga perlu mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, edukatif, dan bermanfaat.
Media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi yang positif, membangun komunikasi yang konstruktif, memperluas wawasan, serta menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
Pesan untuk bijak bermedia menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan tersebut mengingat generasi muda merupakan kelompok yang sangat aktif menggunakan berbagai platform digital. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, etis, santun, dan bertanggung jawab diperlukan agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi bersama sejumlah narasumber yang memiliki latar belakang di bidang komunikasi, media sosial, akademik, serta dakwah.
Materi yang disampaikan memberikan berbagai perspektif mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi sekaligus ruang dakwah yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Di tengah perkembangan teknologi, cara menyampaikan pesan keagamaan juga perlu menyesuaikan karakteristik media dan pola komunikasi masyarakat tanpa meninggalkan substansi nilai yang disampaikan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mahasiswa dan pelajar menyimak materi, mengikuti jalannya diskusi, serta memperoleh wawasan mengenai pentingnya literasi digital dalam menghadapi derasnya arus informasi di berbagai platform.
Melalui kegiatan DIGITALK: Literasi Digital dan Tantangan Dakwah Masa Kini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara cerdas, kritis, santun, produktif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang waktu zuhur tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong generasi muda memandang media digital bukan sekadar sebagai ruang menerima dan membagikan informasi, tetapi juga sebagai sarana belajar, berkarya, membangun komunikasi, menyampaikan dakwah, serta menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.




