UNDAR JOMBANG – Semangat menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang tidak hanya terasa di lingkungan pesantren dan arena kegiatan. Ikatan Keluarga Alumni Universitas Darul ‘Ulum (IKA UNDAR) Jombang ikut mengambil bagian dengan membuka fasilitas kampus sebagai tempat singgah bagi para penggembira yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah ruang perkuliahan di lingkungan Universitas Darul ‘Ulum Jombang dialihfungsikan sementara menjadi tempat beristirahat yang nyaman. Ruangan tersebut dilengkapi fasilitas pendingin udara dan dapat digunakan para tamu tanpa dipungut biaya.
Inisiatif tersebut muncul sebagai bentuk kepedulian alumni terhadap tingginya kebutuhan tempat menginap selama berlangsungnya Muktamar NU di Jombang. Membludaknya tamu dari luar daerah membuat ketersediaan hotel, homestay maupun penginapan lainnya semakin terbatas.
Koordinator IKA UNDAR, H. Asyari, mengatakan gagasan menyediakan tempat singgah berawal dari komunikasi sederhana di antara para alumni yang ingin memberikan kontribusi nyata selama pelaksanaan muktamar.
“Awalnya dari obrolan teman-teman alumni melihat banyaknya warga NU yang datang ke Jombang dan kesulitan mendapatkan tempat menginap. Dari situ muncul keinginan untuk memanfaatkan ruang yang tersedia di kampus agar bisa digunakan para penggembira,” ujar Asyari, Kamis (28/8/2026).
Respons masyarakat ternyata sangat besar. Hingga menjelang pelaksanaan rangkaian utama muktamar, sekitar 420 penggembira telah tercatat memanfaatkan fasilitas yang disiapkan IKA UNDAR.
Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, hingga sejumlah daerah lainnya. Informasi mengenai fasilitas tersebut tersebar melalui media sosial dan jejaring alumni UNDAR di berbagai daerah.
Bagi IKA UNDAR, pelayanan kepada para tamu tidak berhenti pada penyediaan tempat beristirahat.Untuk memudahkan mobilitas penggembira, alumni juga mengoperasikan kendaraan shuttle gratis dari kawasan kampus menuju lokasi kegiatan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Sejumlah kendaraan yang digunakan berasal dari dukungan dan pinjaman para alumni. Sistem transportasi tersebut disiapkan agar para tamu tidak perlu memikirkan kendaraan selama mengikuti agenda muktamar.
Selain menuju arena muktamar, sebagian tamu juga difasilitasi untuk berziarah ke sejumlah makam ulama di Kabupaten Jombang, termasuk makam Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur serta makam para kiai di sejumlah kawasan pesantren.
Kehadiran para penggembira sekaligus dimanfaatkan untuk mengenalkan suasana dan kekayaan kuliner Jombang. Para tamu berkesempatan menikmati sejumlah makanan khas daerah, di antaranya kikil Mojosongo dan pecel.
Menariknya, hampir seluruh pelayanan tersebut berjalan melalui semangat gotong royong alumni.
Dukungan datang dalam berbagai bentuk. Ada alumni yang menyediakan kendaraan, membantu kebutuhan operasional, hingga mengirimkan makanan dari daerah masing-masing. Alumni dari Brebes, misalnya, mengirim telur asin untuk konsumsi para tamu. Sementara alumni dari Nusa Tenggara Barat memberikan sekitar 300 paket kue.
Menurut Asyari, gerakan tersebut tidak dirancang sebagai kegiatan yang rumit. Kepedulian tumbuh secara spontan ketika para alumni melihat ada kebutuhan yang dapat mereka bantu bersama-sama.
“Semua bergerak sesuai kemampuan. Ada yang membantu kendaraan, ada yang mengirim konsumsi, ada yang membantu pelayanan tamu. Semangatnya sederhana, bagaimana kehadiran alumni UNDAR bisa memberi manfaat bagi saudara-saudara kita yang datang ke Jombang,” katanya.
Bagi keluarga besar UNDAR, keterlibatan dalam Muktamar NU memiliki makna tersendiri. Universitas Darul ‘Ulum memiliki perjalanan sejarah yang tidak terpisahkan dari nilai keislaman, ke-NU-an, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, momentum muktamar tidak hanya dipandang sebagai perhelatan organisasi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat nilai khidmat, persaudaraan, dan kebersamaan.
“UNDAR tumbuh dengan nilai dan semangat yang dekat dengan Nahdlatul Ulama. Ketika ada momentum besar seperti muktamar di Jombang, alumni secara alami ingin ikut berkontribusi dan memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu,” tutur Asyari.
Di tengah pelayanan kepada para penggembira, ia juga berharap Muktamar ke-35 NU dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab perkembangan zaman.
Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu tantangan yang harus mendapat perhatian serius. Organisasi sebesar NU perlu semakin adaptif dalam pengelolaan informasi, pengetahuan, komunikasi organisasi, dan pelayanan kepada warga Nahdliyin.
Modernisasi tersebut, lanjutnya, tidak berarti meninggalkan tradisi dan nilai yang selama ini menjadi kekuatan NU. Sebaliknya, teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperluas manfaat organisasi serta memperkuat hubungan antara struktur NU dengan masyarakat.
Melalui pelayanan penginapan, konsumsi hingga transportasi tersebut, IKA UNDAR berharap dapat ikut menciptakan suasana Muktamar ke-35 NU yang ramah bagi seluruh warga Nahdliyin yang datang ke Jombang.
Bagi para alumni, membuka pintu kampus bagi ratusan tamu bukan sekadar menyediakan tempat bermalam, tetapi menjadi bagian dari khidmat UNDAR untuk menyambut keluarga besar Nahdlatul Ulama dari seluruh penjuru Indonesia.




